PELAJARAN KEDUA ( buatlah satu saja pertanyaan untuk berpikir )

barangkali kita pernah berpikir tentang sesuatu yang mustahil sekalipun,

dari sesuatu yang normal, bahkan kita pernah berpikir bahwa yang mana kebenaran yg mutlak dan mana kebenaran yang palsu, kita mempunyai akal untuk bisa berpikir untuk bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah karena terkadang keduanya mempunyai ciri khas yang sangat samar,.

berbicara tentang sesuatu yang dinamakan “KITA” sama hal nya berbicara tentan seseorang yang lebih dari satu, oke mari kita berbicara dengan memakai cara orang dewasa dengan mengawali suatu pertanyaan yang sering kita sebut tentang :

siapakah kamu, itu sama hal nya dengan pertanyaan siapakah kita atau siapakah kalian?

cobalah untuk berkaca di depan cermin lalu mengajukan pertanyaan “siapakah kamu?” dan hasilnya kita memutar-mutar pertanyaan yang sama seperti “aku adalah kamu dan kamu adalah aku” oke itu tanggapan mendasar kita, contoh : aku adalah fahmie ahmad, tentu saja karena orang tuaku memberikan nama itu dari sejak aku masih bayi, tapi siapakah fahmie ahmad itu? disini kita tidak benar-benar mengerti, bagaimana seandainya kita telah diberi nama lain? dhani ahmad misalnya, apakah kita lalu menjadi orang lain?

itu pertanyaan mendasar kita dalam berpikir dan menjawab pertanyaan yang serba ribet tersebut,

mari kita lanjut ke pertanyaan ang berikutnya tentang ” dari mana datangnya dunia?

kita tidak tahu, tentunya tidak ada orang yang benar-benar tahu, untuk pertama kali dalam hidup kita merasa tidak pantas hidup di dunia tanpa setidak-tidaknya mempertanyakan dari mana kita berasal?

wooww, dari mana kita berasal?, menarik sekali itu untuk di bahas, baik kembali lagi ke pertanyaan “DARI MANA DATANGNYA DUNIA?”

yang kita tahu bahwa dunia itu hanyalah sebuah planet kecil di angkasa, namun dari mana asalnya angkasa, apakah kalian pernah berpikir dari mana datangnya angkasa?.., mungkin saja angkasa itu selalu ada, karena itu kita tidak pernah mencari tahu dari mana kita berasal, tapi mungkinkah sesuatu itu selalu ada?, salahnya kita selalu memprotes gagasan tersebut, kemungkinan angkasa itu telah diciptakan dari sesuatu yang lain, tetapi jika angkasa berasal dari sesuatu yang lain maka sesuatu yang lain pasti berasal dari sesuatu yang lain pula, kayaknya kita memang suka menyeret-nyeret permasalahan dari pertanyaa-pertanyaan tersebut.

kita telah belajar di sekolah bahwa Tuhan menciptakan dunia, kita dapat menerima bahwa Tuhan telah menciptakan angkasa tapi bagaimana dengan Tuhan itu sendiri? meskipun Tuhan dapat menciptakan segala macam bend, tidak mungkin dia dapat menciptakan diriNya sendiri sebelum dia mempunyai diri, maka hanya tinggal satu kemungkinan bahwa TUHAN SELALU ADA , tapi mungkinkah segala sesuatu yang ada harus ada permulaannya, cobalah untuk berpikir lebih jauh lagi untuk menjawabnya..,

Tuhan yang membuat dunia beserta isinya adalah Tuhan langit dan bumi, tidak berada di kuil-kuil yang di bangun dengan tangan, Dia pun tidak di sembah melalui tangan manusia seakan-akan Dia membutuhkan sesuatu padahal Dia memberikan seluruh kehidupan, nafas dan segalanya dan telah membuat seluruh umat manusia dari satu darah untuk tinggal di permukaan bumi secara gratis, bahwa secara garis besar kita sebagai manusia ciptaan-Nya harus selalu bersyukur atas nikmat yang di berikan dengan gratis dan cuma-cuma, kita hendaknya tidak menganggap bahwa Tuhan itu dapat disamakan dengan emas atau perak atau batu yang di ukir dengan seni dan alat manusia, masa ketidaktahuan akan Tuhan itu sudah lewat dan kini mari kita perintahkan semua manusia dimana mana agar bertobat seperti seorang ahli mistisisme yang mempunyai pengalaman penyatuan dengan Tuhan, para sufi-sufi atau para pendeta sekalipun, berbagai kisah menarik seputar mereka ( sufi-sufi atau pendeta2) terkenal di sekitar abad pertengahan, kalian tahu tentang pengalaman SIdharta Gautama dalam memperoleh pencerahan ketika bertapa di bawah pohon bodhi, kisah itu sangat menarik untuk di baca, jika kalian pernah membaca kisah-kisah sufi karya idries shah maka kalian akan mengerti bagaimana seorang mistisme memperoleh pengalaman spritualnya, .

semua jawaban ya atau tidak berada pada hati kalian, percayalah semua yang menentukan itu kita sendiri, jadi cobalah untuk berpikir yang lebih besar dari pada berpikir tentang “bagaimana aku bisa makan besok” ingat teman hidup ini bukan untuk makan tapi lebih tepatnya makan untuk bertahan hidup dari kelaparang, agama juga mengajarkan tentang ini, .

kata-kata bijak hari ini adalah orang yang paling bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dia tidak tahu apa apa ===>> SOCRATES

BERSAMBUNG….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s