Aku gak suka dg orang itu

Bagi saya , jika memang sudah tak ada hubungan apa apa lagi sudah ga usah ada komunikasi lg, putuskan, baik di social media atau dimanapun krn saya merasakan apa yg ga org lain rasakan, sebuah kesakitan yg ditahan terus menerus ketika orang yg bernama mantan itu selalu menganggu hubungan kita berdua, karena terus terang saya gak suka, I don’t like it, ini seperti menyumpal mulut saya untuk selalu terbungkam, dan bagaimanapun aku benar benar gak suka dn benci dg mantanmu itu, apapun alasannya dn meskipun alasannya ga jelas, terserah, asumsi saya memang untuk saya sendiri, dan tetap sekali saya ga suka dg orang itu saya tetap gak suka. Tapi siapa yg mau mendengar keluh kesah saya, mendengarkan rasa kecemburuan saya, tidak ada, sama sekali tidak ada, dan terus rasa itu berkelahi didalam diri saya pribadi, tak ada yg mengetahuinya, kecuali saya dan Tuhan. Sebenernya keharusan dalam apapun membuat semua hal tampak seperti biasa krn itu bawaanku biar tak ada yg mengetahui kenapa aku bs bersedih dn marah ketika org yg bernama mantan itu msh terus komunikasi, saya seakan tak terima, karena kalau sudah putus ya sudah jangan ada hubungan lg, jgn ada komunikasi lg, buat apa? Sekali lg buat apa??? Saya benar benar tidak habis pikir dg semua yg aku simpan ini, sudahlah, tak ada yg akan mengerti tentang kemauanku, jikapun ada yg mengerti itu hanya akan disambut dg keemosian, dn kemarahan,

Yg lalu biarlah berlalu, jagalah hati yg sekarang, jagalah hati seseorang yg sekarang ūüė¶
Maaf saya hanya manusia yg berusaha berproses menjadi yg lebih baik meskipun selalu salah, setidaknya saya selalu belajar dr kesalahan dan kegagalan… Apa sulitnya unfol saja , jangan selalu membuat saya deg degan dn tidak karuan jantung saya.. Semoga saja

Advertisements

pengalaman ke bali

 

 

 

 

apa yang pernah kita dapetin ketika kita sedang traveling?, jawabannya adalah diri kita sendiri yang lain, sebuah diri yang kita kenal bahwa dengan menjelajah segala tempat, gunung-gunung ataupun pantai-pantai memiliki satu kepuasan sendiri buat kita apalagi kita sambil belajar dari kejadian yang ga disangka sangka selama di perjalanan, belajar dari kebudayaan orang itu membuat kita bisa menambah wawasan semakin luas, semakin banyak teman semakin kita tidak merasa sendirian didunia ini, ya kan?, pernah saya waktu ke bali pas nyampe di surabaya, nah pas setelah selesai sholat subuh saya bersama teman saya nyari bis dari surabaya ke banyuwangi dan tujuan kita bali, kita memakai gaya backpaker , ala gembel, karena dengan gaya kayak gitu bisa lebih dekat dengan alam dan manusia sekitar, nah setelah tawar menawar harga dengan kondektur bis di terminal surabaya, harga yg dikasih kondektur bis itu sebanyak Rp.140.000 , mahal banget kan, nah dari tawar menawar kita akhirnya deal dengan harga 70rb sampai ke banyuwangi, akhirnya kita naek, dan selama diperjalanan saya dan teman saya berdua tidur ngorok aja meski ada pengamen , mungkin dari capek banget, sesampainya kami di terminal probolinggo saya sempat turun bis untuk cuci muka di toilet umum , nah selepas itu saya ngobrol-ngobrol dengan orang yang jurusannya sama dengan kita, iseng iseng saya tanya tentang tiket dari surabaya ke banyuwangi dan well alangkah kagetnya saya dan teman saya, dia tiketnya 40rb, untuk ukuran bis ekonomi yang gada AC okelah tapi kita satu bis dan naek di tempat yang saman terminal surabaya, yahh mau gimana lagi kalo udah kek gini, akhirnya kami berdua pasrah di tengah jalan sambil berlemes lemes, ah mending ngorok lagi aja kata temen saya, yah sebagai pembelajaran aja sih, dan ketika nyampe di pasar situbondo lagi, wuih, saya menghitung berapa banyak pengamen yang naek  bis keluar lagi, mana gerah lagi, memang harus menyiapkan koin yang banyak buat ngasih mereka, kasihan juga kan ga dikasih, pokoknya selama perjalanan ke bali itu saya mendapatkan pembelajaran yang istimewa yg ga aku dapetin dari bangku kuliahm, serius , this is a real, di situlah saya dan teman saya memahami apa yang belum kita pahami sebelumnya, tapi saya ga akan kapok, saya akan tetap traveling berapa kalipun saya kena tipu, karena traveling membuat hidup saya lain, membuat hidup saya bisa lebih fresh dari sebelumnya, selamat jalan jalan

karena aku

“bila ketetapan Tuhan sudah di tetapkan tetaplah sudah,

tak ada yg bisa merubah dan takkan ada yang bisa merubah,

relakanlah saja ini bahwa semua yang terbaik,

terbaik untuk kita semua , menyerahlah untuk menang”

ketika ada masalah, ketika semua kacau, ketika hanya aku sendiri yang bisa diandalkan

dan semua orang hanya bisa menyingkir , ketika hanya bisa tahu bahwa aku sadar

pada dasarnya aku akan sendiri dan akan dikubur sendiri di alam barzah, hanya lagu

yang di atas yg bisa nemenin, dan aku hanya bisa tersenyum ketika mereka :

menghina,

mengolok-mengolok

karena aku tahu , bahwa di dunia ini hanya ada Tuhan yang maha tidak tidur berbicara dari suatu tindakan yang

jarang kita mengerti,

meski bermimpi itu indah

meski bermimpi itu adalah kepastian yg di tunda,

Continue reading “karena aku”

Bukan Curhat Biasa

yang ingin saya wujudkan adalah ingin membuat semacam tempat untuk anak-anak jalanan dan anak-anak yang yatim piatu, ingin melindungi mereka dari segala yang keras didunia luar karena bagi anak-anak yang masih di bawah umur dunia luar bukan bagian dari mereka tapi belajar disekolah , belajar di rumah, dan bergaul dengan teman-temannya, saya sangat menyayangkan sekali kenapa sampai ada aborsi lalu ada ibu yang tega membuang anaknya sendiri, begitu amoral sangat hingga mau dibawa kemana masa depan mereka, saya mau di panti asuhan yang mau saya bangun ( mudah-mudahan saya punya cukup dana)  menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi lingkungan anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian, dan yang menjadi korban kekerasan rumah tangga, Anak itu adalah anugerah, pemberian , titipan Tuhan untuk kita rawat dan menjaganya dengan sebaik-baiknya, jadi kalo ada orang tua yang tega banget sampai menampar , atau menyiram anaknya sendiri dengan air panas itu bener-bener keterlaluan dan harus segera di tindak,

Continue reading “Bukan Curhat Biasa”

bodohhhnya akuuuuu

aku tidak pernah punya harapan lebih

kata2 yang lebih atau permintaan yang berlebih

semuanya sudah tersaji

bernafas lega di bagian hulu tenggorokan,

disitu aku terkadang membenci sekaligus mencinta

entah untuk siapa karena aku ga pernah punya wanita,

 

aku hampir takut menghadapi pengkhianatan

ku kira semuanya akan bersih dari yang pernah di obrolkan

di ruang toilet di nol kilometerdi situ aku bertempat

di pantai tempatku menyimpan segala rasa sakit

segala rahasia, segalanya.. ya segalanya

 

aku ini orang bodoh dari yang terbodoh,

meskipun aku pintar, aku tetap menganggap diriku orang bodoh

bodoh dan tolol

 

aku biarkan saja mereka mengenalku sebagai seorang gembel,.

aku biarkan saja mereka mengenalku sebagai seorang fahmie yang begini

hati ga pernah berkhianat,.

ibu ga pernah berkhianat

ayahpun ga pernah sedikitpun berkhianat….

 

jangan jadi pengkhianat,.

kopi dan malamku

bertelanjang di selimut malam lalu di hiasi sebagian hari kotor yang pernah digunakan sebagai cacian alas pada kerinduan, disana cerita mungkin akan berlalu begitu saja tanpa di liputi oleh rasa atau kata, sebelah rumah tepat di warung kopi saya hanya melihat orang yang berceloteh camar memandang kesunyian keadaan karena terkadang sepi itu saya anggap kedinginan, sepi itu terkadang saya anggap kesenjangan pada janji yang kotor, anak-anak menari kemudian Tuhan melukis kehancuran dengan alas perkepal kepala..lalu saya mendengar seorang janda yang telah di khianati suaminya berteriak lantang kepada tetangga sebelah “saya akan menjaganya” hingga pada kepal kepala detik yang di agungkan gelap sang bulan hanya mendikte dan mengubur kekosongan di alas tikar rumah rumah bordir..

kedinginan udara di sela warung kopi yang ga jelas memeriksa sebagian niat baik orang, niat baik yang kemudian menjadi tema pagi untuk para penjajah yang terkubur di sebagian hari, di sebagian malam dan sebagian subuh , ia hanya bagian cerita yang hilang, sobekan kertas tanpa kepal, tanpa nama.. “saya akan tetap menjaganya”.. di warung kopi yang ini, saya selalu bertanya pada malamku yang selalu sepi, yang selalu di hiasi omong kosong, mengendap, berjalan , ya saya akan tetap menjaga kesendirian di malam saya yang kelam.. hingga saya tidak tahu kapan saya mendapat hidayah , kapan saya mendapatkan pelajaran berharga dan gratis itu… terkadang kata saya benar terkadang kata mereka saya salah..

“saya hanya ingin main-main saja kawan”

menurut saya kopi adalah penikmat rasa yang tak pernah berkhianat dan memiliki sejuta kisah, sejuta cerita dari hari ke hari untuk di sempurnakan pada bulan, pada matahari dan pada sepi yang di persembahkan , “saya hanya ingin main-main saja” … mengertilah karena kopi yang saya teguk ini hanyalah kopi hitam memilik penikmat dari sejuta rasa sakit yang berlalu menjadi debu, dari kekalutan pikiran ini saya hanya ingin senggangkan waktu untuk bermain main dengan keadaan dan waktu.

jika itu adalah maksud baik, ijinkan saya untuk menjaganya .. karena butuh waktu buat saya untuk menerima semua keadaan tidak normal ini ke dalam cerita ntah berantah yang saya hadapi, kopi dan sejuta kekalutan saya yang serba istimewa itu adalah omong kosong, saya bosan sendiri

jika memang benar dia, ijinkan saya menjaganya

 

sebuah pengharapan di kloset

adakah di pagi ini yang masih hidup, memberi wejangan pada mimpi yang sempat patah atau di parahnya luka yang di jahit memakai mesin jahit dari goresan tinta hitam menipu,  adakah seorang manusia yang menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk bercengkrama tentang hati yang di lupakan semaunya ataukah sebuah kisah yang hilang setengah di isi puing-puing ketamakan kata di simpang siurnya takdir, saya kira orang yang membicarakan pesanan politiklah yang pantas di kritik, yang pantas di bicarakan di warung-warung kopi sementara mereka berpesta pora di dalam sebuah ruangan kecil di hiasi kembang dan pembakaran uang sebagai simbol dan tanda bahwa mereka BERKUASA di negeri yang kita namakan tanah air tercinta ini, berkuasa dan memakan haram pentasbihan sementara hingga sampai hilang akal sehat, hilang semua posotifisme yang kita namakan wejangan, adakah yang kita namakan sebagai sebuah pembodohan memakai rangkaian kata murahan, memakai topeng senjakala dan mitos pribadi di ciptakan begitu saja, berita utama yg muncul kita selalu menyebutnya sebuah pengalihan isu media yang di komplot oleh perbuatan politik untuk kepentingan perorangan atau kelompok, kita pernah tertarik dengan bahasa kesopanan abad ini yang menjadikan kita tanda tany super abadi, hingga pada akhirnya kita bertanya : adakah yang masih kami percara

adakah yang masih kami percaya

itulah pertanyaan dari rakyat yang ingin menegur penguasa untuk menghentikan titah palsunya, sebuah topeng yang kita namakan penipuan, yang kita namakan hasrat jejak yang tak pernah terucap, bersembunyi di sela sela hari lalu muncul ketika mimpi -mimpi berkumandang, yah kita tahu kita ini melek, kita ini rakyat tidak buta dengan suasana, tidak buta dengan apa yang kita namakan kecurangan di sengaja, kita ini rakyat, kita ini mahasiswa selalu merasa gejala-gejala aneh selalu menerpa, kita cinta tanah air ini tapi tidak untuk menjual dan membisniskannya, ini tentang janji penguasa dan amanah dari rakyat, kami rakyat tidak terpesona dengan segala uang yang kau sertakan,

adakah seorang fahmie, saya sendiri, bercengkrama dengan orang-orang di warung kopi tentang ketidakadilan di negeri ini hingga ke pembicaraan Tuhan yang maha adil itu tentang semua urusan takdirNya, saya sendiri selalu tidak pernah menutup mata saya untuk membaca gejala, menikmati kopi di malam hingga pagi menjelang, kaum penindaspun tahu bahwa semua kecurangan itu memang bagian dari politik yang disengaja dan sangat terencana, dan bagaimana mungkin seorang manusia shalat tanpa mengharapkan surga dan jauh dari neraka, hindari harapan itu, sudahlah nikmati dan bersyukur saja tentang apa yang ada

sesekali kita perlu untuk merenung

di dalam kloset yang penuh bau kotoran kita sendiri